INFOLOGI.ID, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah menggalakkan upaya pengendalian banjir di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya dengan menargetkan pembuatan 1.000 lubang resapan biopori tahun ini.
Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka pendek untuk meminimalisir genangan air yang kerap terjadi.
“Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian banjir yang berulang di Bandarlampung dan sekitarnya, kami mendorong terciptanya area resapan di setiap rumah warga,” ujar Budi di Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026).
Menurut Budi, penambahan lubang biopori secara masif akan meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, yang secara langsung membantu mengurangi risiko banjir. Selain sebagai pengendali banjir, inisiatif ini juga berfungsi sebagai langkah konservasi air tanah yang berkelanjutan.
Terkait anggaran, Dinas PSDA Provinsi Lampung telah mengalokasikan dana khusus untuk pembuatan 1.000 lubang biopori di Kota Bandarlampung. Meski demikian, Budi menekankan bahwa target tersebut merupakan langkah awal.
“Seribu lubang biopori ini adalah langkah tercepat. Namun, untuk benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian risiko banjir dan konservasi, kita membutuhkan sekitar 20.000 hingga 50.000 lubang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Budi mengajak seluruh lapisan masyarakat dan sektor swasta untuk turut serta secara kolektif membuat lubang biopori di lingkungan masing-masing.
“Program ini akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan dunia usaha serta peran aktif masyarakat,” pungkasnya. (*/Red)










