Menu ✖

Mode Gelap

Breaking News · 6 Mei 2026 09:24 WIB ·

Akibat Ditantang Pemilik Usaha, Warga Bujuk Agung Diduga Geruduk Karaoke Sarang Prostitusi Berkedok Rumah Makan


 Tampak depan dan ruangan dalam RM Mela Perbesar

Tampak depan dan ruangan dalam RM Mela

Infologi.id, TULANG BAWANG – Benarkah ada sebuah tempat karaoke sarang prostitusi berkedok rumah makan di kabupaten Tulang Bawang yang secara arogan berani menantang warga dan aparat kampung? Itulah yang memicu puluhan warga Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, mendatangi sebuah tempat rumah makan berlabel “RM Mela” yang berlokasi di RT 01/RK 04, Selasa Malam 05/04/2026.

Massa yang geram mendatangi lokasi bukan tanpa alasan. Mereka menuntut klarifikasi atas sikap arogan pemilik usaha sekaligus mendesak penutupan tempat yang diduga menjadi lokasi praktik maksiat tersebut.

Puluhan warga terpantau mendatangi dan menemui pemilik RM Mela

Insiden ini bermula ketika pemilik usaha berinisial B (32) melakukan aksi pecah kaca di lokasi usahanya. Saat seorang warga sekaligus tetangganya bernama Herman mencoba menegur untuk menjaga ketertiban, ia justru mendapatkan perlakuan kasar dan tantangan terbuka.

“Saya tegur baik-baik, tapi dia malah membentak. Dia bilang tidak takut dengan warga maupun aparatur kampung. Kata-katanya sangat menantang,” ujar Herman kepada awak media.

Informasi tantangan tersebut menyebar cepat di grup WhatsApp warga. Dalam waktu singkat, puluhan massa mulai berkumpul dan bergerak menuju lokasi. Suasana sempat memanas sebelum akhirnya pihak Bhabinkamtibmas tiba untuk mencegah terjadinya aksi anarkis.

Warga mengungkapkan bahwa tempat tersebut sejatinya beroperasi dengan kedok rumah makan, namun pada praktiknya justru terindikasi menjadi tempat hiburan malam alias karaoke yang bising. Dentuman musik hingga larut malam dianggap sangat mengganggu waktu istirahat masyarakat sekitar.

“Suaranya sangat keras, apalagi kalau sudah tengah malam. Kami hanya ingin lingkungan kami tenang,” tambah Herman.

Sementara itu, Kepala Kampung Bujuk Agung, Iskandar, menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi warganya. Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah kampung tidak pernah mengeluarkan izin operasional untuk tempat karaoke tersebut.

“Saya tidak pernah memberikan izin. Entah bagaimana izin mereka bisa terbit. Kami mempertanyakan legalitas tempat ini,” tegas Iskandar.

Atas tuntutan warga, Iskandar mendesak Pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian untuk segera menutup permanen usaha tersebut. Selain masalah kebisingan dan perizinan, warga mencurigai adanya dugaan praktik prostitusi yang terselubung di balik operasional karaoke berkedok rumah makan tersebut. (*/Red)

Artikel ini telah dibaca 111 kali

Baca Lainnya

Pengamat Minta Gubernur Lampung Evaluasi Atau Berhentikan KI, Desak Copot Kepsek SMKN 1 Raman Utara

2 November 2026 - 19:22 WIB

DPRD Lampung Turun Tangan, Ismet Roni Janji Cek Tender Rp95,98 Miliar BMBK

1 November 2026 - 16:53 WIB

Polemik SBU PT CMS Memanas, Pengamat Desak APH Periksa Pemenang Tender Rp95 Miliar BMBK Lampung

1 November 2026 - 13:32 WIB

PBJ Klaim SBU Pemenang Proyek Rp100 Miliar BMBK Lampung Berlaku, Pengamat: LPJK Catat Status Pencabutan

31 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Disdikbud Lampung Tanggapi Keliling Industri “SMKN Apung”, Sekolahnya Metafora Isunya Nyata?

31 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Pengkondisian atau Kelalaian? Proyek BMBK Lampung Rp.100 Miliar Hasil “Ngutang” Dimenangkan Penyedia SBU Kadaluarsa

30 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Trending di Breaking News
error: Content is protected !!