INFOLOGI.ID, BANDAR LAMPUNG – Kekecewaan mendalam menyelimuti warga Kecapi Atas, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi. Harapan mereka untuk menikmati akses jalan yang mulus dan kokoh bertahan lama melalui proyek lanjutan rabat beton di Jalan Caraya milik Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung sirna seketika.
Pasalnya, infrastruktur yang baru saja selesai dikerjakan pada akhir bulan Desember 2025 tersebut kini kondisinya memprihatinkan dengan retakan yang menjalar di beberapa titik hingga membentuk lubang.
Usia Jalan 2 Bulan Sudah Retak dan Membentuk Lubang
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang kontras antara umur bangunan dan kualitas fisik. Beton yang seharusnya masih kokoh kini dipenuhi garis retakan besar, bahkan beberapa di antaranya cukup lebar hingga membentuk sebuah lubang. Kondisi ini memicu spekulasi kuat di tengah masyarakat bahwa diduga pengerjaan proyek dilakukan tanpa mengikuti standar teknis yang benar.

Dokumentasi saat pekerjaan berlangsung 18/12/2025
Suara Kekecewaan Warga
Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Warga menilai pembangunan yang menggunakan uang rakyat seharusnya memiliki kualitas yang mampu bertahan bertahun-tahun, bukan mulai menunjukan kerusakan dalam hitungan bulan.
“Kami sudah lama mendambakan jalan ini diperbaiki. Tapi kalau hasilnya seperti ini, kami jelas kecewa. Usia Jalan baru sekitar dua bulan tapi belum apa-apa sudah retak hingga membentuk lubang,” ujar Hen dengan nada kesal, Selasa 24 Februari 2026.
Indikasi Pelanggaran dan Tidak Sesuai Spesifikasi (Spek)
Berdasarkan pengamatan warga saat mulai proses pengerjaan sejak tanggal 16 Desember hingga pekerjaan selesai di akhir tahun 2025, warga menduga beberapa poin yang tidak sesuai spesifikasi dan bertentangan dengan aturan.
Diantaranya, tidak ada papan plang informasi saat pekerjaan berlangsung sebagaimana amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yaitu kewajiban transparansi di setiap lokasi proyek pemerintah, selanjutnya diduga Beton ready mix yang dipakai tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB), Kemudian penyiapan badan jalan sebelum pengecoran diduga tidak dipadatkan dengan maksimal, menyebabkan tanah di bawah beton amblas.
“Waktu pekerjaan boro-boro dipadatkan tanahnya pakai tandem roller apalagi pakai batu base tidak ada, kami punya dokumentasinya dari awal pekerjaan sampe ngecor. Bahkan kepala tukangnya bernama pak Bejo, bilang memang tidak pakai karena tidak ada anggaran dan kejar target cepat selesai sebelum tahun baru,”tambah Hen.
Lanjutnya, dugaan faktor ketebalan juga menjadi pemicunya. Indikasinya saat pekerjaan ketebalan beton di bagian tengah tidak sama dengan bagian pinggir sambungan jalan coran lama, sehingga mudah retak meski jalan tersebut belum pernah dilalui dengan beban berat.
“Padahal jalan ini belum pernah diinjak mobil besar, karena memang jalannya cuma akses jalan warga yang bisa dikatakan tidak terlalu banyak penduduknya, kok bisa retak dan mulai berlubang begitu?” Tanya Hen dengan heran.
Warga lain bernama Madhon juga mengungkapkan, saat pekerjaan pengecoran berlangsung ia sempat berbincang dengan supir trux mixer dari Ardimix bernama Sukron.
“Panjang jalan ini sekitar 83 meter katanya, dan saya nganter ini sudah 5 mobil dan dikali saja satu mobilnya kurang lebih 7 kubik sekitar total ini 35 kubikan lah. Untuk harga kisaran 1 kubik nya Rp1.200.000,”ungkap Sukron saat berbincang dengan Madhon pada Kamis 18/12/2025 dalam rekaman suara yang diterima.
Tak sampai disitu saja, Madhon juga mengungkapkan jika pembuatan drainase di samping proyek rabat beton itu menggunakan adukan 1 banding 6.
“Kalau drainase itu, waktu ngobrol sama tukang kalo tidak salah bernama Khamami katanya 1:6 nanti saya kasih videonya pas ngaduk,”ujarnya.
Rekanan Diduga Markup Tidak Sesuai Dokumen Spesifikasi Teknis Pekerjaan
Berdasarkan penelusuran, pekerjaan itu berkode paket 10614932000 yaitu Peningkatan Gang/Jalan Caraya (Lanjutan) ruas Jalan Rewok Rt05 Lingkungan II, Kelurahan Campang Jaya, Sukabumi, berpagu Rp.172.000.000 dari APBD Bandar Lampung Tahun 2025 dengan peserta tender tunggal yang dimenangkan oleh CV RR Brothers.
Adapun uraian spesifikasi teknis dari dokumen yang didapat yaitu terdapat kegiatan Perkerasan berbutir dan perkerasan beton semen, kemudian dengan minimal alat berupa 1 unit Concrete Vibrator, 1 unit Dump Truck berkapasitas 3,5 Ton, 1 unit truck Mixer berkapasitas 3-5 M3 dan terakhir 1 unit Tandem Roller berkapasitas 6-8 Ton.
Tuntutan Audit dan Perbaikan
Dengan terjadinya retakan hingga mulai ada yang berlubang di proyek lanjutan jalan Caraya tersebut dan adanya dugaan markup hingga indikasi pekerjaan yang tidak sesuai spek. Maka warga meminta kontraktor pelaksana dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung untuk bertanggung jawab memperbaiki dengan standar yang benar.
Serta meminta untuk aparat penegak hukum dan BPK RI Provinsi Lampung untuk segera melakukan audit, jika ditemukan indikasi pelanggaran maka warga berharap agar ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini dimuat, Dinas PU Bandar Lampung maupun pihak rekanan sedang dilakukan upaya konfirmasi terkait persoalan tersebut. (Eri/Red)










