Menu

Mode Gelap

Breaking News · 10 Jun 2026 14:42 WIB ·

Kunjungan Presiden Prabowo di Lampung Disambut Aksi Mahasiswa LMND Jahit Mulut


 Kunjungan Presiden Prabowo di Lampung Disambut Aksi Mahasiswa LMND Jahit Mulut Perbesar

Infologi.id, Lampung – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Provinsi Lampung pada Rabu (10/6/2026) diwarnai aksi unjuk rasa teatrikal yang ekstrem. Massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung menggelar aksi simbolik jahit mulut di kawasan Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung.

Aksi yang berlangsung di pusat kota ini menjadi sorotan tajam para pengguna jalan yang melintas. Sejumlah peserta tampak nekat menjahit bibir mereka menggunakan benang sebagai bentuk protes keras terhadap kondisi demokrasi dan kebijakan pemerintah saat ini.

Di lokasi aksi, mahasiswa juga membentangkan spanduk bernada kritik, di antaranya “Rakyat Menjerit, Nilai Tukar Melejit” dan “Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis”.

Aksi jahit mulut ini digelar bertepatan dengan kedatangan Presiden Prabowo ke Lampung untuk meresmikan sejumlah fasilitas pelayanan publik serta membuka Munas HIPMI XVIII.

Koordinator Lapangan aksi, Josua Sitorus, menegaskan bahwa aksi ekstrem ini merupakan simbol nyata dari kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai tengah mengalami kemunduran.

“Jahit mulut ini sebenarnya simbolis. Kami melihat bagaimana suara-suara sipil dibungkam. Padahal masyarakat sipil hanya memiliki suara dan pikiran kritis untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Josua kepada wartawan di sela aksi.

Josua menambahkan, aksi ini juga menyuarakan jeritan hati masyarakat bawah yang terhimpit berbagai persoalan, mulai dari sulitnya lapangan pekerjaan, tekanan ekonomi, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap kurang menyentuh kebutuhan rakyat.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, LMND Lampung secara resmi merilis lima tuntutan utama kepada pemerintah pusat, diantaranya.

  1. Mendesak penarikan pajak kekayaan terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi demi memangkas kesenjangan ekonomi yang semakin menganga.
  2. Mewujudkan akses pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis karena ketimpangan akses pendidikan dinilai masih terjadi di berbagai daerah.
  3. Mendesak evaluasi total dan penghentian keterlibatan unsur militer dalam sektor-sektor publik.
  4. Menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan mendesak perbaikan kondisi ekonomi makro.
  5. Meminta pemerintah mengevaluasi program-program besar dan mengalihkan fokus anggaran pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian tampak bersiaga ketat di sekitar Tugu Adipura untuk mengamankan jalannya demonstrasi sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tetap kondusif. (*/Red)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Terjerat Regulasi! Ratusan Kepsek SMAN/SMKN di Lampung Terancam Dirotasi, Susunan MKKS Bakal Berubah Total?

10 Juni 2026 - 17:58 WIB

Gubernur Mirza Dampingi Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH.M Tohir di Pesisir Barat

10 Juni 2026 - 17:39 WIB

Agenda Presiden Prabowo ke Lampung Resmikan RSUD dan Hadiri Munas HIPMI

10 Juni 2026 - 14:25 WIB

Terima Kunjungan PWI, BPK RI Lampung Komitmen Sukseskan Dua Agenda Pers Nasional 2027

10 Juni 2026 - 14:12 WIB

Kepsek SMAN 1 Metro Diduga Menghindar dan Bungkam Soal Markup Ratusan Juta BOSP 2025

10 Juni 2026 - 13:59 WIB

Gandeng Instansi Keuangan, Sekdaprov Lampung Pimpin Rapat Implementasi Creative Financing

9 Juni 2026 - 12:54 WIB

Trending di Breaking News
error: Content is protected !!