Menu ✖

Mode Gelap

Breaking News · 14 Feb 2026 22:13 WIB ·

Heboh Temuan Jejak Harimau di Perkebunan Nanas GGP Lampung Timur, Ini Kata BKSDA


 Heboh Temuan Jejak Harimau di Perkebunan Nanas GGP Lampung Timur, Ini Kata BKSDA Perbesar

INFOLOGI.ID, Lampung – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung memastikan temuan jejak kaki satwa di area perkebunan nanas milik PT Great Giant Pineapple (GGP), Kabupaten Lampung Timur, merupakan tapak Harimau Sumatra.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan rapid analysis atas laporan petugas keamanan perusahaan.

Analisis dilakukan berdasarkan dokumentasi foto jejak dengan pembanding ukuran bungkus rokok sebagai standar skala.

“Dari hasil analisis morfologi jejak, dapat disimpulkan bahwa jejak tersebut paling konsisten mengarah pada Harimau Sumatra,” ujar Itno saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Menurut dia, secara morfologis jejak tersebut menunjukkan empat jari telapak kaki yang tegas tanpa bekas kuku—ciri khas keluarga kucing besar (Felidae).

Bantalan tengah telapak kaki tampak besar dengan tiga lekukan di bagian posterior, karakter umum jejak harimau.

Temuan itu, kata Itno, juga diperkuat oleh faktor lokasi. Berdasarkan data koordinat, titik jejak berada sekitar 350 meter dari kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Kawasan tersebut dikenal sebagai habitat penting berbagai satwa dilindungi, termasuk harimau Sumatra, sekaligus berfungsi sebagai koridor jelajah satwa.

Kemunculan jejak di area perkebunan yang berbatasan langsung dengan taman nasional dinilai masih dalam pola pergerakan yang wajar.

“Pergerakan harimau dewasa bisa saja terjadi untuk mencari mangsa, memperluas teritori, atau sekadar melintas. Ini merupakan perilaku alami satwa liar,” katanya.

Merujuk analisis risiko konflik mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor P.48 Tahun 2008, BKSDA menilai tingkat potensi konflik manusia dan satwa dalam kasus ini masih tergolong rendah.

Kemunculan satwa baru terdeteksi melalui jejak dan belum menimbulkan kerugian ekonomi maupun korban jiwa.

Meski demikian, BKSDA menekankan pentingnya kewaspadaan dan langkah mitigasi lanjutan.

“Hasil analisis ini bersifat sementara. Diperlukan identifikasi lanjutan di lapangan, serta koordinasi dengan para pihak untuk mencegah potensi konflik di kemudian hari,” ujar Itno. (*/Red)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Pengamat Minta Gubernur Lampung Evaluasi Atau Berhentikan KI, Desak Copot Kepsek SMKN 1 Raman Utara

2 November 2026 - 19:22 WIB

DPRD Lampung Turun Tangan, Ismet Roni Janji Cek Tender Rp95,98 Miliar BMBK

1 November 2026 - 16:53 WIB

Polemik SBU PT CMS Memanas, Pengamat Desak APH Periksa Pemenang Tender Rp95 Miliar BMBK Lampung

1 November 2026 - 13:32 WIB

PBJ Klaim SBU Pemenang Proyek Rp100 Miliar BMBK Lampung Berlaku, Pengamat: LPJK Catat Status Pencabutan

31 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Disdikbud Lampung Tanggapi Keliling Industri “SMKN Apung”, Sekolahnya Metafora Isunya Nyata?

31 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Pengkondisian atau Kelalaian? Proyek BMBK Lampung Rp.100 Miliar Hasil “Ngutang” Dimenangkan Penyedia SBU Kadaluarsa

30 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Trending di Breaking News
error: Content is protected !!