Menu ✖

Mode Gelap

Bandar Lampung · 3 Mei 2026 03:21 WIB ·

Refleksi Hari Pers Sedunia 2026: Menjaga “Jembatan Damai” di Tengah Arus Informasi


 Refleksi Hari Pers Sedunia 2026: Menjaga “Jembatan Damai” di Tengah Arus Informasi Perbesar

Infologi.id, Bandar Lampung – Di tengah peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada Minggu 3 Mei 2026, sebuah pesan mendalam digaungkan dari Bumi Ruwa Jurai. Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Juniardi, mengajak seluruh insan pers untuk kembali menengok “kompas” profesi: UU Pers No. 40 Tahun 1999.

​Mengusung tema global tahun ini, “Shaping a Future at Peace” (Membentuk Masa Depan yang Damai), momentum ini menjadi pengingat bahwa kamera dan pena jurnalis memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah stabilitas nasional.

​”Pers harus menjadi jembatan perdamaian, bukan justru menjadi pemicu polarisasi. Momentum 3 Mei ini adalah pengingat untuk terus menghidupkan jurnalisme yang sehat,” ujar Juniardi.

​UU Pers: Perisai dan Pedoman Moral

​Sebagai alumni Pascasarjana Fakultas Hukum Unila, Juniardi membedah relevansi UU Pers No. 40 Tahun 1999 bukan sekadar sebagai produk hukum, melainkan sebagai pelindung kedaulatan rakyat. Ia menyoroti tiga pilar utama yang harus dijaga, yaitu pertama adalah Kedaulatan Informasi: Kebebasan pers adalah napas demokrasi yang berasaskan keadilan dan supremasi hukum.

Kedua Perlindungan Hukum: Mengingatkan publik dan instansi bahwa menghalangi tugas jurnalistik memiliki konsekuensi hukum serius sesuai Pasal 18 UU Pers.

Ketiga adalah ​Etika Profesi. Karena Kebebasan harus beriringan dengan akurasi dan kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik.

​Menantang Arus Digital dengan Integritas

​Peringatan tahun ini juga menjadi cermin bagi para jurnalis untuk berefleksi di tengah gempuran era digital. Tantangannya bukan lagi sekadar kecepatan, melainkan bagaimana mempertahankan nilai luhur profesi di tengah riuhnya informasi yang sering kali bias.

​Mantan Ketua Komisi Informasi yang akrab disapa Bang Jun ini berharap jurnalis masa kini mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa menanggalkan integritas. Baginya, pers yang bertanggung jawab adalah kunci untuk menjaga hak asasi manusia dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

​“Kebebasan pers yang bertanggung jawab sesuai amanat undang-undang adalah kunci menuju masa depan yang damai. Mari kita jaga integritas ini bersama-sama,” pungkasnya menutup refleksi tersebut. (Red)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

PBJ Klaim SBU Pemenang Proyek Rp100 Miliar BMBK Lampung Berlaku, Pengamat: LPJK Catat Status Pencabutan

31 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Disdikbud Lampung Tanggapi Keliling Industri “SMKN Apung”, Sekolahnya Metafora Isunya Nyata?

31 Oktober 2026 - 12:54 WIB

SMKN Apung Cuan Keliling Industri: Ketika “Vokasi” Berubah Jadi Ladang Duit Berlabel Edukasi

31 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Pengkondisian atau Kelalaian? Proyek BMBK Lampung Rp.100 Miliar Hasil “Ngutang” Dimenangkan Penyedia SBU Kadaluarsa

30 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Wagub Jihan Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

30 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Berpihak pada Warga Griya Sukarame Soal Polemik Fasum, Disperkim Bandar Lampung Gandeng BPN

30 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Trending di Bandar Lampung
error: Content is protected !!