Menu

Mode Gelap

Bandar Lampung · 30 Agu 2026 18:41 WIB ·

Disdikbud Lampung All Out Meriahkan Festival Krakatau, Ribuan Pelajar SMA-SMK Turun ke Jalan


 Disdikbud Lampung All Out Meriahkan Festival Krakatau, Ribuan Pelajar SMA-SMK Turun ke Jalan Perbesar

Infologi.id, Bandar Lampung — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung tampil all-out memeriahkan helatan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Tak sekadar hadir sebagai penonton, ribuan pelajar SMA dan SMK bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dikerahkan untuk membanjiri rute karnaval dan menjadi motor penggerak pesta budaya tahunan tersebut.

Keterlibatan masif unsur pendidikan ini mewarnai parade Lampung Tapis Karnaval yang melintasi pusat Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026). Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat tampak menyusuri rute Jalan Raden Intan menuju kawasan ikonik Tugu Adipura dengan membawa beragam kreasi, atribut megah, serta busana bernuansa khas kebudayaan lokal.

Festival Krakatau XXXV tahun ini menjelma menjadi panggung kolaborasi raksasa. Sebanyak 6.000 peserta yang terbagi ke dalam 127 tim ambil bagian dalam atraksi ini. Peserta terdiri atas pelajar, mahasiswa, jajaran Forkopimda, BUMN, BUMD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan swasta, komunitas seni, sanggar, paguyuban, hingga grup marching band.

Di tengah lautan massa tersebut, partisipasi aktif pelajar SMA dan SMK menjadi salah satu daya tarik utama. Hal ini menegaskan betapa krusialnya peran dunia pendidikan dalam merawat serta menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan Lampung di ruang publik. Pelajar tidak hanya tampil sebagai peserta karnaval biasa, tetapi juga berperan sebagai duta generasi muda yang membawa identitas budaya daerah.

Berbagai atraksi yang ditunjukkan menyajikan kekayaan ragam tradisi masyarakat adat Lampung, baik Pepadun maupun Sai Batin, yang dipadukan secara harmonis dengan kreasi seni modern serta budaya nusantara lainnya. Kehadiran para siswa ini sekaligus membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi ruang transformatif untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya lokal melalui media pembelajaran di luar kelas.

Disdikbud Provinsi Lampung bersama jajaran MKKS se-Lampung mengambil peran strategis dalam mengoordinasikan keterlibatan peserta didik. Langkah ini memastikan bahwa gelaran festival tak hanya berfungsi sebagai daya tarik pariwisata semata, melainkan juga wahana edukasi kebudayaan yang bernilai bagi generasi penerus.

Gelaran Lampung Tapis Karnaval dipusatkan di kawasan Tugu Adipura. Rombongan peserta memulai parade dari Jalan Raden Intan, lalu memamerkan berbagai atraksi dan kreasi seni di area Bundaran Gajah Tugu Adipura.

Setibanya di titik pusat tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Kartini hingga akhirnya finish di Lapangan Saburai. Sepanjang rute parade, kawasan protokol Bandar Lampung berubah menjadi panggung seni terbuka. Balutan busana adat yang anggun, atraksi kebudayaan yang memukau, dentuman marching band, serta aneka kreasi peserta memikat antusiasme warga yang memadati tepi jalan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian helatan Festival Krakatau hingga ajang puncak Lampung Tapis Karnaval berjalan dengan sukses dan lancar.

“Rangkaian acara Festival Krakatau sampai dengan hari ini, acara Lampung Tapis Karnaval juga berjalan dengan baik,” ujar Tony.

Kendati berlangsung sukses, Tony menegaskan bahwa proses evaluasi komprehensif tetap akan digelar seusai seluruh rangkaian agenda selesai. Evaluasi dilakukan guna mengidentifikasi kekurangan yang ada demi penyempurnaan di masa mendatang.

“Pastinya ada beberapa hal yang harus kita perbaiki ke depan. Tapi mulai dari awal tanggal 25 sampai hari ini tanggal 30 dan nanti malam acara penutupan, saya sudah melihat ada keberhasilan. Tingkat keberhasilannya cukup lancar,” tambahnya.

Tony merinci bahwa Lampung Tapis Karnaval tahun ini mampu menyedot sekitar 6.000 peserta yang terwadahi dalam 127 tim peserta.

“Kalau dari jumlah tim, itu ada 127 tim. Kalau dari jumlah peserta, kurang lebih hampir 6 ribu orang,” jelas Tony.

Melonjaknya jumlah partisipan menunjukkan bahwa Festival Krakatau telah bertransformasi dari sekadar agenda seremonial pemerintah menjadi panggung kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor pendidikan.

Menurut Tony, keberhasilan Festival Krakatau tak lepas dari penerapan pendekatan kolaborasi pentahelix yang menyinergikan peran pemerintah, akademisi, BUMN/BUMD, media massa, serta pihak swasta.

“Itulah kita melakukan komunikasi, melakukan kerja sama dan berkolaborasi dengan kawan-kawan stakeholder, pentahelix secara keseluruhan dengan pemerintah, dengan akademisi, dengan BUMN, BUMD, kemudian dengan media kita lakukan kerja sama agar kiranya acara ini bisa berhasil,” paparnya.

Skema kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat vital, terutama dalam mengatasi tantangan keterbatasan anggaran daerah. Tony mengungkapkan, berkat sokongan kuat dari berbagai mitra dan sponsor, rangkaian kegiatan perayaan dapat terselenggara secara meriah dengan alokasi APBD yang relatif efisien.

“Alhamdulillah, sangat minim APBD yang kita pergunakan dan lebih banyak ini adalah bantuan dari kawan-kawan sponsor yang membiayainya. Dan ini bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Ia pun berharap pelaksanaan Festival Krakatau selama enam hari penuh—sejak 25 hingga 30 Agustus 2026—dapat menjadi rujukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.

“Alhamdulillah enam hari, mudah-mudahan ke depan akan lebih ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Ke depannya, Tony mendorong para peserta karnaval untuk terus terpacu meningkatkan daya kreatif serta menyuguhkan penampilan yang kian atraktif dan bernuansa modern.

“Kita akan terus memotivasi kawan-kawan agar lebih membuat penampilan, lebih berkreasi lagi, lebih modern lagi. Kemudian acara-acara akan kita lebih ramaikan lagi, kemudian akan kita kolaborasikan lagi dengan kawan-kawan lainnya. Pokoknya yang penting kita akan terus tingkatkan dan evaluasi ini lebih baik lagi,” pungkasnya. (*/Red)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Syahroni Yusuf: Foto Jurnalistik Adalah Bahasa Visual Penyampai Fakta, Bukan Rekayasa

16 September 2026 - 18:46 WIB

Menko Pangan Zulhas Garansi Bantuan Beras untuk 182.398 KPM Lampung Selatan Cair Hingga Akhir 2026

14 September 2026 - 21:06 WIB

Sinergi PWI dan PT PHE OSES Gelar UKW Madya di Lampung Timur

14 September 2026 - 20:37 WIB

Pemkot Bandar Lampung Salurkan 35.193 BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan hingga RT

14 September 2026 - 20:35 WIB

Laporan Warga Hampir 2 Tahun Mengendap, LBH Panrita Keadilan Ultimatum Polres Tulang Bawang

14 September 2026 - 20:20 WIB

Ekosistem Bioetanol Tegineneng Dimulai, Lampung Siap Mandiri Energi

14 September 2026 - 18:32 WIB

Trending di Breaking News
error: Content is protected !!