Infologi.id, PESAWARAN – Langkah nyata menuju kemandirian energi berbasis sumber daya lokal resmi dimulai dari Kabupaten Pesawaran. Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan ekosistem Bioetanol Development Center (BDC) di Desa Masgar, Kecamatan Tegineneng, Senin (14/9/2026).
Program ini tak sekadar membangun fasilitas produksi energi terbarukan, melainkan merangkul sektor pertanian lokal dalam satu rantai pasok ekonomi yang terintegrasi. Dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian Lampung yang mencapai 3 juta hektar, proyek ini memberikan ruang bagi petani untuk membudidayakan komoditas unggulan seperti sorgum, singkong, hingga jagung.
Fasilitas riset dan produksi yang berdiri di atas lahan awal seluas 10 hektar ini dirancang untuk mengolah hasil panen warga—termasuk limbah perkebunan seperti pelepah dan tandan kosong sawit—menjadi bahan bakar bioetanol. Sorgum dipilih sebagai salah satu tanaman utama karena memiliki masa panen singkat, yakni 90 hari, dengan potensi hasil bioetanol hingga 7,2 kiloliter per hektar.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa kesiapan masyarakat dan petani menjadi kunci utama keberhasilan ekosistem ini.
“Fasilitas dan pasarnya sudah disiapkan melalui kolaborasi bersama kementerian dan pihak industri. Sekarang tinggal bagaimana kita mendorong dan mendampingi petani agar siap membudidayakan tanaman pendukung ini,” ungkap Rahmat.
Pembangunan ekosistem bioetanol ini didukung penuh oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), serta pabrikan otomotif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Melalui kerja sama lintas sektor ini, Lampung diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. (*/Red)









