Infologi.id, Bandar Lampung — Debu vulkanik akibat aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) untuk segera turun tangan meminimalisasi dampak sebaran debu. Sejumlah armada pemadam dikerahkan guna menyemprotkan air di ruas-ruas jalan protokol agar debu basah dan tidak kembali beterbangan.
Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung, Antoni Irawan, mengonfirmasi bahwa langkah penyemprotan ini merupakan penanganan cepat untuk menjaga kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
“Atas arahan Ibu Wali Kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah jalan protokol untuk mengurangi dampak debu vulkanik yang mengganggu mobilitas warga,” ujar Antoni.
Selain tindakan di lapangan, jajaran aparat kecamatan (pamong) juga diminta aktif mendata area yang terdampak. Data sebaran ini akan menjadi acuan Pemkot dalam menentukan langkah intervensi selanjutnya secara presisi.
Di sisi lain, Pemkot mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan ekstra hati-hati ketika berkendara. Pasalnya, selain memperpendek jarak pandang, lapisan debu vulkanik dapat menyebabkan permukaan jalan menjadi licin.
Warga yang mengalami gejala Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau keluhan kesehatan lainnya diimbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Seluruh puskesmas di Bandar Lampung telah disiagakan untuk memberikan penanganan medis.
Pemkot Bandar Lampung meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui saluran informasi resmi pemerintah. (*)









