Menu

Mode Gelap

Bandar Lampung · 16 Feb 2026 22:44 WIB ·

Keracunan Massal 3 Sekolah di Bandar Lampung: Dapur MBG Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi


 Usai terjadi Keracunan Ratusan Siswa dan Beberapa Guru dari 3 Sekolah, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung bersama jajaran mengecek lokasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (14/2/2026). Perbesar

Usai terjadi Keracunan Ratusan Siswa dan Beberapa Guru dari 3 Sekolah, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung bersama jajaran mengecek lokasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (14/2/2026).

INFOLOGI.ID, BANDAR LAMPUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, berujung petaka. Sebanyak ratusan siswa dan beberapa guru dari tiga sekolah dilaporkan mengalami keracunan massal diduga usai mengonsumsi paket makanan dari vendor yang ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung mengatakan dari investigasi sementara menunjukkan ketiga sekolah menerima pasokan dari satu SPPG di Kecamatan Kemiling.

SPPG tersebut ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) karena masih ada sejumlah standar teknis yang belum terpenuhi.

“Rekomendasi izin belum diterbitkan. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air dan sisa makanan untuk memastikan sumber permasalahan,” kata Muhtadi, Senin 16/02/2026.

Gejala Medis: Dari Diare hingga Mata Bengkak

Berdasarkan data Dinkes dari Puskesmas Kemiling, di SDN 4 Sumberejo tercatat 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua guru mengalami keluhan diare.

Di SD Al Munawaroh, sebanyak 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta 1 orang tua guru turut terdampak. Total dari dua sekolah tersebut mencapai 163 orang.

Sementara itu, hasil verifikasi di SMPN 14 Bandar Lampung menunjukkan 43 orang melaporkan gejala serupa. Dari jumlah tersebut, 37 orang menjalani rawat jalan dan enam lainnya dirawat inap di sejumlah rumah sakit. Beberapa korban dirawat di RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, dan RS Graha Husada.

“Gejala paling cepat muncul Rabu sore. Rata-rata diawali demam dan sakit perut, kemudian muntah dan diare. Ada juga yang awalnya mata bengkak dan gatal, lalu disusul demam,” ujarnya

Langkah Penanganan dan Investigasi

Menindaklanjuti kejadian ini, Dinkes telah menginstruksikan pihak Puskesmas untuk terus memantau kondisi korban, terutama mereka yang menjalani rawat jalan di rumah masing-masing. Selain uji laboratorium sampel makanan, investigasi menyeluruh terhadap alur produksi di SPPG terkait tengah dilakukan. (*/Red)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aroma Dugaan Penyimpangan BOSP 2025 SMAN 1 Metro Mencuat, Anggaran Daya dan Jasa Ratusan Juta

6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Kadisdikbud Thomas Amirico Dongkrak IPM, SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 243 Siswa ke PTN dan 1 University of Melbourne Australia

5 Juni 2026 - 21:39 WIB

Dewan Pendidikan Lampung Sebut Pemindahan Siswa SMA Siger ke Sekolah Swasta Langkah Tepat dan Solutif

5 Juni 2026 - 17:59 WIB

Pemkot Bandar Lampung Biayai Full Pemindahan Siswa SMA Siger ke Sekolah Swasta

5 Juni 2026 - 14:53 WIB

Gubernur Mirza Ajak Aktivis PMII Jadi Mitra Strategis Perkuat Pembangunan Desa di Lampung

5 Juni 2026 - 14:49 WIB

Luar Biasa! Inflasi Provinsi Lampung Mei 2026 Terendah di Indonesia

4 Juni 2026 - 18:54 WIB

Trending di Breaking News
error: Content is protected !!