INFOLOGI.ID, BANDAR LAMPUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, berujung petaka. Sebanyak ratusan siswa dan beberapa guru dari tiga sekolah dilaporkan mengalami keracunan massal diduga usai mengonsumsi paket makanan dari vendor yang ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung mengatakan dari investigasi sementara menunjukkan ketiga sekolah menerima pasokan dari satu SPPG di Kecamatan Kemiling.
SPPG tersebut ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) karena masih ada sejumlah standar teknis yang belum terpenuhi.
“Rekomendasi izin belum diterbitkan. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air dan sisa makanan untuk memastikan sumber permasalahan,” kata Muhtadi, Senin 16/02/2026.
Gejala Medis: Dari Diare hingga Mata Bengkak
Berdasarkan data Dinkes dari Puskesmas Kemiling, di SDN 4 Sumberejo tercatat 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua guru mengalami keluhan diare.
Di SD Al Munawaroh, sebanyak 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta 1 orang tua guru turut terdampak. Total dari dua sekolah tersebut mencapai 163 orang.
Sementara itu, hasil verifikasi di SMPN 14 Bandar Lampung menunjukkan 43 orang melaporkan gejala serupa. Dari jumlah tersebut, 37 orang menjalani rawat jalan dan enam lainnya dirawat inap di sejumlah rumah sakit. Beberapa korban dirawat di RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, dan RS Graha Husada.
“Gejala paling cepat muncul Rabu sore. Rata-rata diawali demam dan sakit perut, kemudian muntah dan diare. Ada juga yang awalnya mata bengkak dan gatal, lalu disusul demam,” ujarnya
Langkah Penanganan dan Investigasi
Menindaklanjuti kejadian ini, Dinkes telah menginstruksikan pihak Puskesmas untuk terus memantau kondisi korban, terutama mereka yang menjalani rawat jalan di rumah masing-masing. Selain uji laboratorium sampel makanan, investigasi menyeluruh terhadap alur produksi di SPPG terkait tengah dilakukan. (*/Red)










