Menu

Mode Gelap

Lampung Selatan · 16 Mar 2026 20:29 WIB ·

Jelang Lebaran, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pengendalian Inflasi


 Jelang Lebaran, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pengendalian Inflasi Perbesar

Lampung Selatan, Infologi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, guna menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas pemerintah sekaligus pemantauan langsung kondisi harga di pasar tradisional.

Pada Senin (16/3/2026), Pemkab Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Rapat tersebut diikuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung Selatan dari ruang Kepala Bagian Perekonomian, kantor bupati setempat.

Dalam pemaparan pada rakor tersebut, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi pada Maret tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,65 persen, sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2026 hingga Februari berada di angka 0,68 persen.

Menurut Ateng, kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi, terutama pada periode Ramadan.

“Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, beras, serta sejumlah bahan pangan lainnya,” ujar Ateng.

Selain itu, dari kelompok non-makanan, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan dan sigaret kretek.

Berdasarkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu kedua Maret, tercatat 25 provinsi mengalami kenaikan harga, sementara 13 provinsi lainnya mengalami penurunan.

Kenaikan harga tertinggi terjadi di Jakarta dengan angka mencapai 2,85 persen, dengan komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan antara lain cabai rawit, daging sapi, telur ayam ras, serta daging ayam ras.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dalam arahannya meminta pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi harga komoditas di pasar.

“Kita harus turun ke pasar untuk mengecek kembali harga-harga yang ada. Bandingkan dengan daerah tetangga. Jika di daerah lain tidak mengalami kenaikan, maka harus segera dicek penyebabnya,” ujar Tomsi.

Berdasarkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu kedua Maret, tercatat 25 provinsi mengalami kenaikan harga, sementara 13 provinsi lainnya mengalami penurunan.

Kenaikan harga tertinggi terjadi di Jakarta dengan angka mencapai 2,85 persen, dengan komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan antara lain cabai rawit, daging sapi, telur ayam ras, serta daging ayam ras.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dalam arahannya meminta pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi harga komoditas di pasar.

“Kita harus turun ke pasar untuk mengecek kembali harga-harga yang ada. Bandingkan dengan daerah tetangga. Jika di daerah lain tidak mengalami kenaikan, maka harus segera dicek penyebabnya,” ujar Tomsi. (Rls/Red)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkab Lampung Selatan Kembali Hadirkan Bus DAMRI Rute BSD, Jakarta dan Bandung

28 Juli 2026 - 14:59 WIB

30 Tahun Kudatuli, Lesty Ingatkan Kader Muda PDI-P Tak Lupakan Sejarah

26 Juli 2026 - 17:38 WIB

Anggaran 7 Miliar 2025 SMKN 02 Kalianda Diduga Dikorupsi, APH Diminta Bertindak

22 Juni 2026 - 15:05 WIB

KTH Rangai Sejahtera dan PLN Nusantara Power UP Tarahan Tanam 1.800 Pohon

5 Juni 2026 - 22:37 WIB

Women Drift Challenge IDS 2026, Zita Anjani Tegaskan Sirkuit Drifting Bukan Cuma Milik Lelaki

24 Mei 2026 - 22:20 WIB

Cakupan JKN Lampung Tembus 96 Persen, Pemprov Suntik Rp125 Miliar dan Minta BPJS Tak Asal Putus Kepesertaan

18 Mei 2026 - 18:34 WIB

Trending di Breaking News
error: Content is protected !!