INFOLOGI.ID, LAMPUNG TENGAH – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMAN 1 Seputih Raman, Lampung Tengah, tahun anggaran 2025 kini menuai sorotan tajam. Dibalik laporan fantastis dalam penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana senilai ratusan juta, dilapangan justru kondisi realisasi perbaikan fisik gedung sekolah terindikasi minimalis dan memperihatinkan sehingga memicu dugaan kuat adanya penyimpangan anggaran.
Berdasarkan data yang dihimpun, di tahun 2025 SMAN 1 Seputih Raman memiliki 877 siswa penerima BOSP dengan total anggaran yang diterima sebesar Rp1.394.430.000. Dari besaran anggaran itu senilai Rp385,6 juta dialokasikan untuk pemeliharaan saran dan prasaran sekolah.

Dari temuan awak media dilapangan pada Kamis 5 Februari 2026 berbanding terbalik dengan besaran anggaran yang dikucurkan. Hal itu terlihat dari plafon jebol, jendela yang rusak, hingga fasilitas WC yang tidak layak pakai. Mirisnya, laporan penyerapan anggaran ratusan juta itu terindikasi hanya menyentuh perbaikan 4 hingga 5 bingkai jendela saja.
Alih-alih memberikan penjelasan transparansi terkait penggunaan dana negara tersebut, Kepala SMAN 1 Seputih Raman, Haryono dikonfirmasi justru tidak memberikan respon dan memblokir nomor kontak awak media.
Tak sampai disitu saja, upaya konfirmasi langsung ke sekolah juga tidak membuahkan hasil. “Bapak hari ini tidak datang. Untuk Tim BOS sendiri tidak ada yang di sekolah, sedang keluar semua belanja,” ujar Ning selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.
Selain temuan tersebut, anggaran lainnya yang diduga tidak rasional turut disorot, diantaranya yaitu.
- Pengembangan Perpustakaan: Rp168.541.000
- Administrasi Kegiatan Sekolah: Rp128.352.600
- Pengembangan Profesi Guru & Tenaga Kependidikan: Rp100.877.000.
- Langganan Daya dan Jasa: Rp100.538.000
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut. Publik mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Inspektorat untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif guna memastikan integritas penggunaan dana pendidikan di SMAN 1 Seputih Raman. (*/Red)










